Random Template

17.3.13

MERAKIT SENDIRI RADIO CB 27MHz SEDERHANA




Artikel ini ditulis oleh : Sugawa Japan alias Tut Kreshi (Denpasar-Bali)

1. Pendahuluan

Radio CB atau Citizen Band adalah alat komunikasi yang populer di masyakat kita era 80-an, yang mana radio ini dipakai komunikasi antara penduduk baik antar satu wilayah maupun antar pulau. Radio CB adalah radio yang mempergunakan gelombang pendek SW3 atau frekuensi pembawa sekitar 27 MHz dengan sistem modolasi AM, SSB maupun FM. Seiring berkembangnya teknologi radio, maka hadir pula alat komunikasi radio yg lain seperti radio VHF dan radio UHF.

Radio CB adalah radio komunikasi dua arah yang bisa kita buat sendiri dengan tingkat kesulitan yang sedikit, ketimbang radio VHF dan UHF , atau istilah kerennya di sebut radio home brew (radio buatan sendiri di rumah), di samping ada radio buatan pabrik (built up). Seiring berkembangnya jaman maka keberadaan radio CB mulai terdesak, karena orang lebih cenderung memakai radio VHF dan UHF, karena beberapa kelebihannya seperti, modolasi lebih bagus, channel lebih banyak, noise lebih sedikit, praktis, dll. Sehingga saat ini radio CB sudah agak sulit didapat, termasuk komponen untuk spare partnya.

Dengan banyaknya kembali penggemar radio CB yang muncul di tanah air belakangan ini, dan susahnya mencari radio CB yang sudah jadi, maka dari itu saya mencoba mencari solusi alternatif guna mempopulerkan kembali radio CB di tanah air dengan cara mencoba membuat sendiri radio CB yang simple, murah dan mudah untuk dibuat, juga komponennya mudah di dapat, namun hasilnya lumayan. Karena tingkat pembuatan yang mudah dan singkat maka kemudian radio CB sederhana ini saya sebut CBS yaitu singkatan dari CB sederhana/simple. Sistem pemodulasian yang dipakai adalah Amplitude
Modolasi/AM.





2. Tujuan
Adapun tujuan pembuatan radio ini adalah antara lain:
a. Membuat sarana alat komunikasi radio dua arah yang murah/ekonomis mudah dibuat dan komponennya tersedia banyak dipasaran. Bisa juga di buat dari komponen radio rongsokan yang sudah tidak dipakai.

b. Sebagai jalan untuk mengatasi kelangkaan/krisis radio CB di tanah air. Karena banyak penggemar radio Cb di tanah air yg kesulitan mencari radio pabrikan.

c. Untuk mengganti intercom kabel yg dipakai sarana komunikasi di pedesaan. Karena dengan radio ini komunikasi di pedesaan lebih praktis, tanpa perlu kabel dan jangkuannya bisa lebih jauh.

d. Sebagai alat eksperiment bagi yang suka atau hobi dengan tehnik radio pemancar dan penerima. Cocok juga untuk pemula, pelajar dan mahasiswa ataupun teknisi untuk praktek teknik pemancar dan penerima radio.

3. Pembuatan Bagian Penerima (Receiver/RX)
Radio CB yang saya rancang ini rangkaiannya sangat sederhana, dan biaya pembuatannya sangat murah, komponennya juga sangat gampang didapat, atau komponennya bisa didapat dr komponen bekas misalnya dr radio penerima am rongsokan, seperti komponen IC, keramik filter (CF), varco, koker, dll. Begitu juga untuk kristal pemancarnya kalau susah mendapatkan xtal 27.125 Mhz (ch 14), juga bisa dipakai xtal mpeg VCD dengan frekuensi 27.000 Mhz. Bisa didapat dr bangkai mpeg vcd yang sudah ngak dipakai .

Untuk Receivernya CBS ini menggunakan sistem penerima superheterodyne dengan memakai satu buah IC radio saku yakni IC dg tipe TA 2003 buatan Toshiba. Dimana didalam IC sudah terdapat penguat osilator, penguat RF, mixer, penguat IF dan detector. Sedangkan untuk amplifiernya menggunakan IC LM 384 yang harganya sangat murah dan bentuknya sangat ringkas.

Untuk membuat osilator lokal maka dapat dipakai osilator kristal, maupun osilator LC collpits. Untuk kristal pada bagian penerimanya dipakai xtal 26.670 Mhz (ch 14 ). Kalau susah mendapatkan kristal untuk receivernya, bisa dipakai rangkain LC Collpits, jd cukup hanya satu Xtal saja pada pemancarnya saja. Jika memakai osilator collpits maka receivernya bisa di tala dari 26 mhz s/d 28mhz, dengan menggunakan sebuah varco. Jadi berapapun anda punya xtal untuk Tx(transmitter) , Rx(receiver)nya tetap bisa di tuning.





4. Pembuatan Bagian Pemancar (Transmitter/TX) 
Untuk mengirit biaya dan memudahkan untuk membuatnya, maka bagian pemancarnya hanya dibuat dua tingkat yaitu bagian osilator dan penguat RF, dengan output RF yang lumayan yang bisa di hasilkan yakni kurang lebih 3 watt, sesuai dg transistor yang dipakai pada osilator maupun penguat RF nya dan tegangan yang diberikan pada pemancar ini. Pada bagian osilator dipakai kristal dengan selisih 455 Khz dari kristal penerimanya. Untuk ch 14 midle dipakai kristal 27.125 Mhz. Bila susah mendapatkan Kristal ini, pakailah Kristal bekas mpeg VCD atau mobil mobilan dengan remote control dengan frekuensi sebesar 27.000 Mhz. Tapi menurut saya Kristal 27.000 Mhz masih banyak di jual dipasaran.

Untuk mencapai jangkauan yang lebih jauh maka antena harus matching dan dipasang setinggi mungkin. Atau dengan membuat penguat RF tambahan sehingga daya dihasilkan lebih besar. Sebagai perbandingan dengan tinggi antena 2 pipa radio ini sudah bisa menjangkau sejauh kurang lebih 40 km atau mungkin lebih jauh sesuai ketinggian tempat dan propogasi gelombang Rf yang di pancarkan. Untuk modolasi menggunakan sistem modolasi DC dengan mengunakan satu buah Transistor D 837 atau transistor yang sejenis, dengan alasan untuk mengirit tempat disamping itu juga karena OT sudah langka di pasaran



Untuk memperbesar Skematik CBS, klik pada gambarnya
atau






Daftar Komponen Radio C B S :

Resistor                        Variable Resistor

1 K                               10 K (potensiometer)
10 Ohm                        10 K (trimpot)
560 Ohm
10 K
4 K 7 (2x)                     
1 K
120 K
6 K 8 
100 Ohm (2x)
15 K

Capasitor

30 pF (4x)                     33 uF/16v
330 pF                           2.2 uF/1 v (2x)
68 pf (2x)                      470 uF/16v (3x)
80 pF                             10uF/16v 
82 pF                              47 uF/16v
100 pF
180 pF
4.7 nF
33 nF
22 nF (2x) 


Transistor                       I C                               Dioda

C 1675                            TA 2003                      Dioda 3A
2 N 2222                         LM 386                       1 N 4148
BD 329                            LM 7806
D 837


X'tal                                 Relay 12 Vollts, 2 induk           

CF 455 Kc                       Mic connector 4 pin
26.670 MHz
27.125 MHz


T 1 : P = 8 T                 S = 4 T       koker 8 mm, kawat 0.8 mm
T 2 : P = 5 T, 6 T          S = 6 T       koker 8 mm, kawat 0.8 mm
T 3 : P = 5 T, 6 T          S= 4 T        koker 8 mm, kawat 0.8 mm


RFC 1, RFC 2 : 10 T, koker 5 mm, kawat 0.8 mm

L 3 : 6 T, koker 8 mm, kawat 0.8 mm 


Tata letak komponen pada PCB CBS


Tata letak komponen dan jalur PCB CBS  terlihat dari atas


5. Kelebihan dan kekurangan CBS 
Kelebihan : ekonomis, mudah dibuat, komponen banyak tersedia, tidak interferensi ke alat elektronik yg lain, karena daya output cuma 3 watt, hemat daya (trafo 3 A sudah kerja), jangkauan lumayan luas tergantung tinggi antena, barangnya sangat kecil dan efisien tempat, cocok untuk pengganti intercom kabel, bisa dikembangkan di semua band komunikasi radio seperti MF, HF dan VHF tergantung osilator dan Tx yg di buat. Tidak memakai IF trafo, OT trafo, dan final transistor.

Kekurangannya: channel terbatas, kalau Rx nya memakai rangkaian collpits (bukan Xtal) kadang Rxnya bergeser jadi harus memakai varco untuk zero bitnya (inilah keasyikannnya) , disamping itu varco juga bisa membuat receiver band yg lebar. Kalo mau daya Tx yg besar hrs di buat rangkaian HF final amplifier.

6. Penutup
Radio CBS yang saya rancang ini jauh dari sempurna, semoga pembaca bisa lebih menyempurnakan di kemudian hari. Harapan saya semoga CBS ini bisa memberikan manfaat dan bisa meramaikan kembali komunikasi di jalur 11m band (27 mhz) di tanah air. Jika ada yang kurang berkenan saya selaku penulis dan perancang CBS ini minta maaf dan jika ada pertanyaan yang perlu didiskusikan, hubungi admin blog ini atau bergabunglah ke Facebook group : HOME BREW PROJECT. Sekian dan terima kasih.